Pertemanan Bisa Lebih Penting daripada Keluarga Seiring Kita Menua

By Juliansyah On 23 Jun 2017

Pertemanan Bisa Lebih Penting daripada Keluarga Seiring Kita Menua

tetris.com

Hubungan darah itu memang penting, tapi bukan berarti hubungan pertemanan kita harus dikesampingkan demi mengutamakan hubungan keluarga seiring kita bertambah tua. Itu ada alasan kuatnya. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa pertemanan memiliki dampak jauh lebih hebat terhadap kesehatan dan kebahagiaan kita seutuhnya seiring kita bertambah usia dibandingkan hubungan keluarga. Jadi ada baiknya kamu mulai peduli soal mempererat hubungan pertemananmu agar mereka tetap bersamamu selama mungkin. Berikut 8 penjelasan ilmiahnya!

1. Pertemanan menjadi lebih penting seiring kita bertambah tua.

 
 

Pendapat ini disampaikan oleh psikolog William Chopik dari Michigan State University. Menjaga beberapa teman yang benar-benar dekat akan membuat kesehatanmu lebih prima. Jadi ada baiknya kamu menjaga lingkaran pertemanan yang paling buatmu bahagia.

2. Hubungan yang gak bisa kita pilih (seperti keluarga) ternyata mempunyai pengaruh kecil terhadap kesehatan kita dibandingkan hubungan yang bisa kita pilih.

 
 

Bukan berarti kamu harus mengesampingkan keluarga dan berfokus hanya pada sahabat-sahabatmu. Kita semua tahu bahwa hubungan pertemanan bisa lebih mudah hancur daripada hubungan darah. Fokusnya adalah pada membentuk kedewasaan kita untuk memilih lingkaran pergaulan yang baik.

3. Mereka yang menghargai hubungan keluarga maupun pertemanan dengan sama kuatnya tercatat memiliki kesehatan dan kebahagiaan yang lebih hebat.

 
 

Survey ini dilakukan pada 271.053 partisipan semua kalangan usia di sekitar 100 negara berbeda seluruh dunia. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan survey terpisah terkait hubungan sehat, tekanan dalam hubungan dan kaitannya dengan penyakit kronis yang dilakukan pada 7.481 orang tua (dengan usia median 68 tahun) di Amerika Serikat.

4. Pada partisipan survey usia tua, menghargai pertemanan menjadi indikator kesehatan dan kebahagiaan yang lebih berpengaruh daripada menghargai keluarga.

 
 

Hasil survey menunjukkan bahwa pertemanan memiliki dampak yang lebih hebat pada kondisi fisik dan emosional seiring kita bertambah tua, daripada hubungan keluarga. Ini bisa berlaku baik jika pertemanannya suportif maupun pertemanan yang buruk.

5. Jika lingkaran pertemanan sangat baik, orang akan lebih bahagia dan bebas dari masalah kesehatan.

 
 

Efek tersebut lebih berasa sesuai dengan pertemanan yang baik, walaupun keluarganya juga baik. Sebaliknya jika pertemanannya buruk akibat temanmu adalah sumber stres, maka orang akan cenderung lebih mudah terkena penyakit kronis, seperti: tekanan darah tinggi, diabeter, kanker atau jantung koroner. Dampak buruk itu juga lebih terasa dibandingkan jika keluarganya juga buruk.

6. Kualitas pertemanan lebih mampu memprediksi kondisi kesehatan seseorang dibandingkan kualitas hubungan yang lain.

 
 

Menariknya, hubungan keluarga selain pasangan dan anak diketahui memiliki dampak yang sangat kecil saja terhadap kesehatan seseorang, pada hasil semua survey. Menurut Chopik, pertemanan itu memang sangat kuat pengaruhnya.

7. Penelitian menyebutkan bahwa orang Australia berusia 70 ke atas cenderung hidup lebih lama ketika memiliki pertemanan yang sangat kuat.

 
 

Penelitian ini dilakukan pada tahun 2005. Ini karena kita bisa memilih teman yang paling buat bahagia, sedangkan keluarga itu mau gak mau harus kita terima termasuk dengan segala kekurangannya.

8. Seseorang yang punya jaringan pertemanan terbaik memiliki 22% risiko meninggal cepat lebih rendah dibandingkan mereka yang punya hubungan terbaik dengan anak-anak atau saudara.

 
 

Jadi walaupun penelitian seperti ini gak bisa benar-benar memprediksi masa depanmu sebagai individu, setidaknya ada satu kesimpulan: jangan menaruh semua telurmu dalam satu keranjang saja. Seimbangkan hubungan keluarga dan pertemananmu, sehingga ketika ada masalah di salah satu keranjang telur, kamu masih punya keranjang telur lainnya.

 
 

Keluargamu akan selalu menjadi darah dagingmu. Namun pertemanan yang kamu bangun bisa menjadi investasi kehidupan luar biasa untuk kesehatan dan kebahagiaan jangka panjangmu nantinya. Chopik mengatakan bahwa pertemanan akan membantu kita menyingkirkan rasa kesepian, tapi perjuangan untuk mempertahankannya itu yang akan mengasah karakter kita. Kalau pertemananmu bertahan dalam waktu sangat lama, pasti lah itu pertemanan yang baik, teman-teman yang kamu mintai bantuan dan nasihat, serta sosok yang kamu inginkan terus ada di dalam hidupmu. Ada kan? Lihat saja sekelilingmu!

 

Sumber

tetris.com

Hubungan darah itu memang penting, tapi bukan berarti hubungan pertemanan kita harus dikesampingkan demi mengutamakan hubungan keluarga seiring kita bertambah tua. Itu ada alasan kuatnya. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa pertemanan memiliki dampak jauh lebih hebat terhadap kesehatan dan kebahagiaan kita seutuhnya seiring kita bertambah usia dibandingkan hubungan keluarga. Jadi ada baiknya kamu mulai peduli soal mempererat hubungan pertemananmu agar mereka tetap bersamamu selama mungkin. Berikut 8 penjelasan ilmiahnya!

1. Pertemanan menjadi lebih penting seiring kita bertambah tua.

 
 

Pendapat ini disampaikan oleh psikolog William Chopik dari Michigan State University. Menjaga beberapa teman yang benar-benar dekat akan membuat kesehatanmu lebih prima. Jadi ada baiknya kamu menjaga lingkaran pertemanan yang paling buatmu bahagia.

2. Hubungan yang gak bisa kita pilih (seperti keluarga) ternyata mempunyai pengaruh kecil terhadap kesehatan kita dibandingkan hubungan yang bisa kita pilih.

 
 

Bukan berarti kamu harus mengesampingkan keluarga dan berfokus hanya pada sahabat-sahabatmu. Kita semua tahu bahwa hubungan pertemanan bisa lebih mudah hancur daripada hubungan darah. Fokusnya adalah pada membentuk kedewasaan kita untuk memilih lingkaran pergaulan yang baik.

3. Mereka yang menghargai hubungan keluarga maupun pertemanan dengan sama kuatnya tercatat memiliki kesehatan dan kebahagiaan yang lebih hebat.

 
 

Survey ini dilakukan pada 271.053 partisipan semua kalangan usia di sekitar 100 negara berbeda seluruh dunia. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan survey terpisah terkait hubungan sehat, tekanan dalam hubungan dan kaitannya dengan penyakit kronis yang dilakukan pada 7.481 orang tua (dengan usia median 68 tahun) di Amerika Serikat.

4. Pada partisipan survey usia tua, menghargai pertemanan menjadi indikator kesehatan dan kebahagiaan yang lebih berpengaruh daripada menghargai keluarga.

 
 

Hasil survey menunjukkan bahwa pertemanan memiliki dampak yang lebih hebat pada kondisi fisik dan emosional seiring kita bertambah tua, daripada hubungan keluarga. Ini bisa berlaku baik jika pertemanannya suportif maupun pertemanan yang buruk.

5. Jika lingkaran pertemanan sangat baik, orang akan lebih bahagia dan bebas dari masalah kesehatan.

 
 

Efek tersebut lebih berasa sesuai dengan pertemanan yang baik, walaupun keluarganya juga baik. Sebaliknya jika pertemanannya buruk akibat temanmu adalah sumber stres, maka orang akan cenderung lebih mudah terkena penyakit kronis, seperti: tekanan darah tinggi, diabeter, kanker atau jantung koroner. Dampak buruk itu juga lebih terasa dibandingkan jika keluarganya juga buruk.

6. Kualitas pertemanan lebih mampu memprediksi kondisi kesehatan seseorang dibandingkan kualitas hubungan yang lain.

 
 

Menariknya, hubungan keluarga selain pasangan dan anak diketahui memiliki dampak yang sangat kecil saja terhadap kesehatan seseorang, pada hasil semua survey. Menurut Chopik, pertemanan itu memang sangat kuat pengaruhnya.

7. Penelitian menyebutkan bahwa orang Australia berusia 70 ke atas cenderung hidup lebih lama ketika memiliki pertemanan yang sangat kuat.

 
 

Penelitian ini dilakukan pada tahun 2005. Ini karena kita bisa memilih teman yang paling buat bahagia, sedangkan keluarga itu mau gak mau harus kita terima termasuk dengan segala kekurangannya.

8. Seseorang yang punya jaringan pertemanan terbaik memiliki 22% risiko meninggal cepat lebih rendah dibandingkan mereka yang punya hubungan terbaik dengan anak-anak atau saudara.

 
 

Jadi walaupun penelitian seperti ini gak bisa benar-benar memprediksi masa depanmu sebagai individu, setidaknya ada satu kesimpulan: jangan menaruh semua telurmu dalam satu keranjang saja. Seimbangkan hubungan keluarga dan pertemananmu, sehingga ketika ada masalah di salah satu keranjang telur, kamu masih punya keranjang telur lainnya.

 
 

Keluargamu akan selalu menjadi darah dagingmu. Namun pertemanan yang kamu bangun bisa menjadi investasi kehidupan luar biasa untuk kesehatan dan kebahagiaan jangka panjangmu nantinya. Chopik mengatakan bahwa pertemanan akan membantu kita menyingkirkan rasa kesepian, tapi perjuangan untuk mempertahankannya itu yang akan mengasah karakter kita. Kalau pertemananmu bertahan dalam waktu sangat lama, pasti lah itu pertemanan yang baik, teman-teman yang kamu mintai bantuan dan nasihat, serta sosok yang kamu inginkan terus ada di dalam hidupmu. Ada kan? Lihat saja sekelilingmu!

 

Sumber: UcNews.id